Rumah Panjang Sebagai Objek Wisata

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kapuas Hulu Antonius menyatakan, saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya untuk mempromosikan rumah panjang sebagai objek wisata di Bumi Uncak Kapuas.

“Kami telah mengajari warga rumah Betang untuk mengelola potensi wisata seperti, menyediakan kamar penginapan di rumah Betang itu sendiri, membuat kerajinan, dan mangadakan atraksi tari,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/9/2018).
Menurutnya, apabila warga rumah Betang mampu mengelola dengan baik, maka otomatis mampu meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat yang tinggal di rumah Betang tersebut.

“Kalau kita lihat bahwa, keaslian arsitektur rumah Betang di kabupaten Kapuas Hulu dapat menjadi daya tarik wisata. Kalau di Negara Malaysia tidak ada lagi rumah panjang atau Betang yang terjaga keasliannya,” ucapnya.

Antonius menjelaskan, ciri-ciri rumah panjang atau Betang masih asli diantaranya adalah bertiang tinggi dan hanya memiliki dua tangga kayu sebagai pintu masuk. Serta material bangunan juga masih menggunakan bahan alami, bukan semen atau beratap seng.
“Rumah panjang yang masih asli di Kapuas Hulu masih ada seperti di Lunsa Hilir, Semangkok, Benua Tenggah, Sungai Utik, Sadap, Ngaong Kerok, Sungai Sedek, Kedungkang, dan Meliau. Itu semua berada di kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Kecamatan Embaloh Hulu, dan Batang Lupar,” ujarnya.

Selain itu juga kata Anton, beberapa rumah Betang atau rumah panjang di Bumi Uncak Kapuas sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Karena dinilai dari keaslian dan usia bangunannya terbuat. “Diharapkan masyarakat yang tinggal di rumah Betang mampu mengelola sebagai wisata,” ungkapnya.